Tak Terima Baleho di Copot Paksa, Keluarga Caleg PKS Ini Bersitegang Dengan Petugas

174

METRO INDEPENDEN, Bungo – Salah satu keluarga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga calon legislatif (Caleg) untuk DPRD Provinsi Jambi marah-marah lantaran tidak terima baliho caleg nya dicopot Bawaslu, Selasa (30/10).

Keluarga Caleg tersebut keberatan terhadap anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dibantu sejumlah personel Pol PP dan kepolisian yang melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) di rumahnya.
Menurut dia, tindakannya tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Kabupaten Bungo yang melakukan penertiban tanpa meminta izin terdahulu.

“Seharus nya minta izin dulu baru di copot, ini main copot saja saya tidak terima kalau seperti ini, karena sudah bukan nya apa-apa mengeluarkan uang banyak untuk membuat baliho,” katanya dengan nada kesal.

Bersitegang pun akhirnya bisa di atasi saat Bawaslu menjelaskan bahwa penertiban ini sudah ada aturan dan sudah melalui pemberitahuan satu minggu sebelum penertiban kepada Partai.

“Yang jelas penertiban ini sudah ada aturannya, dan juga sudah kita sampaikan ke pada pihak masing-masing Partai, jadi tidak ada alasan lagi untuk menolaknya,”ujar Hamid ketua Bawaslu.

Aksi keluarga Caleg ini diwarnai perdebatan dan ketegangan dengan anggota Bawaslu, sehingga mengakibatkan kemacetan para pengguna jalan.

“Kami dari Bawaslu hanya melakukan pengawasan terkait alat peraga kempanye yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 32 Tahun 2018 tentang Alat Peraga Kempanye,” jelasnya.(MI)

Silahkan Komentar Berita nya