Warga Bagan besar : Desak Pemkot Dumai,dirikan Sekolah SMA Baru di Kelurahan Bagan besar

DUMAI133 Dilihat

Metro independen – BAGAN BESAR ,Masyarakat Bagan besar bersama tokoh agama dan tokoh adat dan tokoh politik dari partai Demokrat calon nomor urut 2,SUNARTO Dari dapil 3 kelurahan Bagan besar kecamatan bukit kapur, mendesak pemerintah kota Dumai agar serius memperhatikan nasib siswa – siswi yang tamat dari sekolah menengah pertama (SMP) dari kelurahan Bagan besar.19/1/2024.

Dalam hal ini,pada setiap tahunnya jumlah siswa – siswi yang tamat, dari kelurahan Bagan besar terus menerus mengalami peningkatan sesuai dengan jumlah pertambahan penduduk Setiap tahunnya yang kian semakin meningkat dikelurahan Bagan besar dan pada saat ini diperkirakan sekitar 10.000 KK lebih.

Dalam hal ini,masyarakat Bagan besar resah dan bertanya kepada pemko Dumai apa sebenarnya program dan kebijakan serta perhatian Pemko Dumai terhadap masyarakat Bagan besar,melihat situasi minimnya perhatian wali kota Dumai terhadap dunia pendidikan

Warga kelurahan Bagan besar dan seluruh RT serta para tokoh agama meminta kepada wali kota Dumai agar dapat mendirikan sekolah SMA dan SMK yang baru diwilayah kelurahan Bagan besar Dan menyampaikan usulan Pendirian Unit Sekolah Baru (PUSB),di Bagan besar.

Warga kelurahan Bagan besar mengatakan, desakan pembangunan ini karena anak-anak mereka mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, di mana sistem zonasi sangat menyulitkan, apalagi jika dikaitkan dengan letak teritorial wilayah yang berbeda.

Sunarto calon DPRD kota Dumai dari partai Demokrat,wilayah pemilihan Dapil 3 kelurahan Bagan besar kecamatan bukit kapur menyampaikan secara pribadi sangat mendukung PUSB, karena menurutnya, anak-anak wajib belajar 9 tahun merupakan pelaksanaan UUD 1945.

“Kita lihat pada Pasal 31 UUD, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Hingga, UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas,” terang sunarto

READ  Silaturahmi Dan Sosialisasi AJP 2022, PT KPI RU II Dumai Gelar Temu Media Dipekanbaru

Menurutnya, jika merunut UU di atas, hal itu sangat bertentangan, di mana dengan letak teritorial antara kelurahan Bagan besar dengan kelurahan bukit nenas sangat berjauhan , jika menggunakan sistem zonasi akan sangat merugikan anak-anak.” Ungkapnya.

“Jadi, sistem zonasi ini sangat bertentangan dengan program Sisdiknas dan wajib belajar. Karena itu, saya selaku calon DPRD kota Dumai bersama warga Bagan besar berjuang sepenuh hati sesuai dengan visi dan misi saya,agar pendirian sekolah SMA Baru dan SMK harus didirikan di wilayah kelurahan Bagan besar. Sebab saat ini sangat dibutuhkan masyarakat Bagan besar.

“Kalau masalah lahan untuk lokasi pendirian PUSB,di Bagan besar menurut masyarakat banyak lahan tanah Pemko baik pusat yang berada diwilayah Bagan besar yang menganggur,seperti dijalan tuanku Tambusai / perwira depan kantor lurah Bagan besar ” Paparnya sunarto

Sunarto menambahkan bahwa .“Anak-anak kami dari kelurahan Bagan besar sangat sulit bisa melanjutkan pendidikan, dikarenakan faktor zonasi,” ujar sunarto.

Kami meminta kepada pemerintah kota Dumai melalui wali kota Dumai agar dapat serius untuk menanggapi keluhan masyarakat kelurahan Bagan besar.( Tim red )