Polsek Merlung Membiarkan Adanya Pemerasan Begitu Saja

Kabupaten Tanjabbar – Terkait dengan permasalahan mobil Ekspedisi minuman kaleng yang terperosok di KM 121 Kecamatan Merlung Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang mana ketua Pemuda Kecamatan Merlung ( PKM ) Yandi diduga menjual semua minuman kaleng yang ada di dalam mobil ekspedisi tersebut, yang mana yandi ini merupakan saudara kandung Bupati Tanjabbar – Safrial MS. 

Pada tanggal (19/11) mobil ekspedisi bernopol 9092 SYU melintasi Kecamatan merlung, sebelum maghrib mobil ekspedisi tersebut terperosok tepatnya di KM 121 daerah Merlung, pemuda kecamatan merlung membantu untuk mendirikan mobil tersebut, mobil tersebut berdiri pada jam 21:00 WIB. alhasil mobil tersebut bisa berdirikan oleh pemuda tersebut. Pemuda tersebut langsung meminta upah untuk mendirikan mobil eksrpedisi tersebut seharga Rp.25 juta.

Sopir Ekspedisi minuman kaleng tersebut tidak punya uang sebanyak itu, dia punya hanya Rp.3juta untuk memberikan ucapan terimakasih kepada ketua PKM, ketua PKM tidak memerima uang yang di berikan oleh Sopir mobil Ekspedisi ,menurut dia, dia menyewa alat berat untuk mendirikan mobil ekpedisi tersebut, saya harus bayar alat itu seharga Rp.25 juta.”ujar Ketua PKM.

Demi selaku sopir mobil ekspedisi saat diwawancarai melalu telpon seluler mengatakan” saya tidak punya uang sebanyak itu bang,saya hanya punya uang Rp.3juta. Ketua PKM keberatan dengan uang tersebut,menurut dia kalau uang 3juta dikasihkan ke saya sangat banyak kurangnya, sedangkan saya sewa alat berat ini seharga 25juta”katanya.

Sambungnya lagi saya disuruh telpon yang punya mobil ini bang, untuk memintakan uang sejumlah yang dia minta, sedangkan menurut bos saya dengan uang sejumlah segitu tidak masuk akal biayanya, karena tidak ada menyewa alat dalam waktu beberapa jam dengan harga segitu”pungkas Demi.

Terpisah saat wartawan Metro Independen menghubungi salah satu no anggota polsek merlung Hendri Babhinkabtimas  mengatakan ” iya mobil ekspedisi yang membawa angkutan minuman kaleng ada terperosok di daerah KM 121 Merlung pada tanggal 19 November kemarin sekitar mau Maghrib, ia mengatakan juga tugas polisikan menertibkan lalu lintas, mengamankan jalan agar tidak ada terjadinya laka lantas ditempat mobil ekspedisi itu terperosot, setelah antara sopir dan ketua pemuda PKM bernegosiasi kami langsung pergi, kami tidak tau mereka membahas nya apa. Tugas kami apabila mobil terperosok sudah berdiri berarti tugas kami sudah selesai”kata Hendri.

Selanjutnya Badar Subur sebagai pemilik mobil ekspedisi mengatakan” saya heran polisi kok cuma mengamankan, ya seharusnya diamankan di polsek setempat, lho kok mengamankan ditempat pemuda kan aneh seolah-seolah dibiarkan begitu saja, bukannya membantu malah membiarkan pemerasan dan penahanan barang itu dibiarkan sehingga terjadi seperti itu.

Ini nggak benar polisi yang seperti ini, apa karena dia sudah terlalu lama main disitu sehingga seenaknya orang berbuat seperti itu kan bukan satu juga barang buktinya, banyak mobil-mobil yang lain yang diperas seperti itu, kalau meminta imbalan senilai Rp.25juta itu namanya memeras karena memaksa, terus yang namanya mengambil barang yang turuni sendiri itu namanya enggak memaksa”pungkasnya.

Saya akan meminta kepada Propam untuk memeriksa polsek merlung”tutupnya.(K2) 

 

 

Silahkan Komentar Berita nya