GAKKUM KLHK PERKUAT POLHUT UNTUK TANGANI KEJAHATAN KEHUTANAN

NASIONAL74 Dilihat

Metro independen – Ditjen Gakkum KLHK memperkuat satuan Polisi Kehutanan (Polhut) dengan mengadakan pelatihan Self Rescue dan Safety First di Parung Ponteng, Kec. Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 21-26 Maret 2022.

Peserta pelatihan berjumlah 50 orang Polhut yang merupakan perwakilan Polhut dari seluruh Indonesia. Tujuan pelatihan ini ialah untuk meningkatkan kemampuan Polhut, dalam hal ini adalah mampu menilai kondisi kedaruratan di alam terbuka (menyelamatkan diri sendiri dan orang lain), mampu melakukan navigasi pada medan terbuka maupun tertutup, dan mampu bertahan hidup di medan alam terbuka di bawah tekanan dengan keterbatasan sumber daya dan mampu mendata segala potensi yang ada di alam terbuka. Semua rangkaian pelatihan ini merupakan upaya Ditjen Gakkum KLHK untuk menangani masalah kejahatan kehutanan dan lingkungan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pelatihan Self Rescue dan Safety First ini merupakan awal dari kebangkitan Polisi Kehutanan karena meningkatkan kapasitas menjadi lebih baik. Di samping kesamaptaan, Rasio Sani juga berpesan bahwa Polhut juga memerlukan jiwa integritas, profesional, responsif, dan inovatif. “Setiap anggota Polhut harus memiliki integritas,

karena tidak ada penegakan hukum tanpa integritas. Setiap anggota Polhut juga harus bekerja secara profesional. Kemudian peka dan responsif terhadap semua ancaman kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan. Lakukan langkah inovasi agar penegakan hukum yang dilakukan menjadi efektif”, tegas Rasio Sani.

Kejahatan kehutanan seperti perambahan hutan, ilegal logging, penambangan liar, perburuan satwa menjadi perhatian. Seiring perkembangan teknologi kejahatan kehutanan bertranformasi dan memiliki daya rusak semakin tinggi. Oleh karena itu, Polhut memiliki peran penting dalam penindakan pelaku kejahatan di sektor kehutanan yang aktualisasi mengancam kehidupan masyarakat, ekosistem dan keragaman hayati, merusak bangsa dan negara. Terlebih selama ini Polhut membuktikan kinerja sebagai pasukan dan personel mumpuni dalam memberantas kejahatan kehutanan.

READ  KSAD Dudung Ajak SMSI Optimalkan Segenap Potensi Untuk Penguatan Ideologi Pancasila dan NKRI

Dalam melakukan penindakan terhadap para pelaku kejahatan kehutanan, Polhut harus mengidentifikasi baik tipologi pelaku, modus operandi pelaku, pergerakan pelaku maupun kondisi alam tempat terjadinya pelanggaran dilakukan. Kegiatan penindakan ini dilakukan selama berhari-hari bahkan kadang berminggu-minggu di hutan belantara dengan kondisi medan yang berat. Polhut dituntut dapat melaksanakan tugasnya dalam berbagai kondisi medan, keterbatasan akses maupun sumber daya yang dimiliki.

Untuk itulah Polhut diberikan dan ditingkatkan kesamaptaannya melalui pelatihan lapangan bertahan hidup di hutan, sebagai upaya menyiapkan personil Polhut yang menguasai ilmu navigasi dan survival untuk keberhasilan pelaksanaan kegiatan penindakan itu sendiri dan akhirnya bermuara kepada keberhasilan secara optimal pelaksanaan penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan.( Tim.red )