PT KPI RU Sungai Pakning Terima Kunjungan KLHK Bersama Delegasi 14 Negara Dalam Pengelolaan Dan Perlindungan Ekosistem Gambut

DUMAI7 Dilihat

Metro independen – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melakukan kunjungan ke Arboretum Gambut Marsawa yang terletak di Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, pada Rabu (14/02).

Kunjungan yang mengusung tema “Workshop on Protection and Management of Peatland Ecosystem: Sharing Experience and Lesson Learn from Indonesia” ini diadakan dalam rangka melaksanakan inisiatif global dalan pengurangan degradasi lahan dan upaya mendorong konservasi habitat terrestrial, terutama pada Ekosistem Gambut.

Dalam sambutannya saat menerima kedatangan rombongan Walikota Kota Dumai, H. Paisal SKM MARS mengungkapkan terima kasih kepada Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut KLHK, Ir. SPM Budi Susanti beserta rombongan dari KLHK, delegasi 14 negara serta Lembaga Kelestarian Gambut yang telah konsen terhadap lingkungan terutama untuk ekosistem gambut.

“Terima kasih kami ucapkan atas perhatiannya selama ini yang terus konsen dan memperhatikan terhadap kelestarian ekosistem gambut salah satunya di wilayah dumai,” ujarnya.

“Kami yakin dengan tetap menjaga lingkungan dan hutan serta gambut, berbagai musibah dapat dihindari karena fungsi gambut selain mencegah perubahan iklim, bencana alam, hingga menjadi penunjang perekonomian masyarakat sekitar,” lanjut Paisal.

Di kesempatan yang sama Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut KLHK Ir. SPM Budi Susanti juga mengapresiasi Walikota Dumai beserta jajaran Forkopimda, instansi, perusahaan dan lembaga atas dukungan dan sambutannya yang baik.

“Delegasi 14 negara ini mau belajar kepada Indonesia yang telah berhasil melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut menjadi yang terdepan dalam melakukan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut”.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat berulang di kesempatan berikutnya untuk dapat membawa negara lainnya bersama-sama dalam satu kata, bersemangat menebarkan virus perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut sehingga peran gambut selain sebagai penambah keanekaragaman hayati tetapi juga berkontribusi terhadap pencegahan perubahan iklim sehingga kita bisa menjaga dari bencana perubahan iklim yang semakin hari semakin tidak menentu”, tambah Budi Susanti.

READ  Masuki Bulan Suci Ramadhan : BDI PT KPI RU Dumai Gelar Pesantren Ramadhan Untuk Pekerja

Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II, Nurhidayanto, mengatakan bahwa Arboretum Gambut Marsawa merupakan salah satu lokasi binaan CSR (Corporate Social Responsibility) PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit (RU) Sungai Pakning.

“Kunjungan ke lokasi binaan CSR PT KPI RU Sungai Pakning kali ini dilakukan oleh KLHK dengan membawa serta 14 Delegasi Warga Negara Asing (WNA), yang akan terlibat sharing terkait ekosistem gambut,” jelasnya.

Selain KLHK, hadir pula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Indragiri Hilir, DLH Rokan Hilir, DLH Kampar, DLH Pelalawan, DLH Indragiri Hulu, serta perwakilan tim manajemen PT KPI RU Dumai.

Pada kesempatan tersebut, rombongan berkeliling kawasan Arboretum Gambut Marsawa untuk melihat serta mengamati pepohonan dan tumbuh-tumbuhan yang ada di arboretum tersebut, serta dilakukan penanaman Kantong Semar. Kemudian langsung memperagakan inovasi sumur hidran untuk mengatasi karhutla bersama Masyarakat Peduli Api.

Arboretum Gambut marsawa ini merupakan tempat pelestarian flora khas gambut seperti kantong semar (Nepenthes sp) yang dapat tumbuh subur di Kawasan Arboretum dan merupakan Arboretum Gambut pertama yang dikembangkan di Pulau Sumatera.

Terdapat total 26 jenis vegetasi flora dengan 2 spesies di antaranya adalah flora langka dan dilindungi yaitu Nepenthes Spectabilis (Vurnerable) dan Nepenthes Sumatrana (Critically Endangered)

Selain digunakan sebagai tempat penelitian, Arboretum Gambut juga digunakan sebagai lokasi pembelajaran bagi siswa Sekolah Dasar terkait Pendidikan Cinta Lingkungan Gambut sejak dini.(tim red)