Syarkoni Sayangkan Sikap Ketua DPRD yang Kabur Lewat Pintu Rahasia.

Syarkoni: 10 Tahun Saya Jadi Pimpinan DPRD Tidak Pernah Keluar Lewat Pintu Darurat

Metro independen – Kaburnya ketua DPRD Kabupaten Bungo, Jumari Ari Wardoyo ketika hendak ditemui beberapa awak media dikantornya beberapa waktu lalu itu mendapatkan kritikan pedas oleh mantan Pimpinan ketua DPRD Kabupaten Bungo (periode 2009-2019), Syarkoni Syam.

Syarkoni menyebut jika sikap yang diambil oleh Jumari Ari Wardoyo sangat-lah disayangkan sekali, sebab sebagai pimpinan dewan, sikap tersebut tidaklah pantas.

Katanya, pers merupakan pilar keempat demokrasi. Dan pers merupakan mitra dari semua lembaga, apalagi DPRD.

“Sangat disayangkan sekali sikap seorang ketua DPRD ini. Tidak pantas seorang ketua DPRD menghindar dari rekan-rekan wartawan,” kata Syarkoni, Jumat (3/9/2021).

Dirinya sudah membaca berita terkait larinya ketua DPRD Kabupaten Bungo melewati pintu rahasia. Kata Syarkoni, pintu itu bukan pintu rahasia, melainkan pintu darurat, pintu itu akan digunakan sebagai pintu darurat jika kondisi yang bergejolak untuk menyelamatkan pimpinan.

“10 tahun saya menjabat sebagai pimpinan DPRD Bungo, belum pernah menggunakan pintu itu,” terang Syarkoni.

Dirinya sangat miris melihat kondisi seperti itu, apalagi kedatangan awak media sudah melaporkan kepada ajudan dan resepsionis.

“Gezah wawancara dengan ketua itu beda. Ketua itu mencakup segalanya, beda dengan wakil ataupun anggota. Kalau anggota banyak segannya,” katanya lagi.

Dimata Syarkoni, fungsi media terhadap pembangunan itu sangat positif, sangat diharapkan sekali. Semua masyarakat luas secara nasional bisa tahu perkembangan di Kabupaten Bungo. Mustahil jika tidak ada media masyarakat akan tau program-program pemerintah.

“Saya katakan, media itu bisa mengangkat seseorang dan bisa menjatuhkan seseorang. Baik bisa dibuat oleh media, buruk bisa dibuat oleh media,” terang mantan pimpinan DPRD Bungo periode 2009-2019 ini.

Hal itu juga dibenarkan oleh ketua DPW Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Zakaria. Kata dia, sikap ketua DPRD Kabupaten Bungo tak patut di contoh.

“Pertanyaannya, kenapa takut dengan wartawan. Emang wartawan mau nyerang dia. Enggak kan ? Kawan-kawan dilapangan itu bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” kata Zakaria.

Pria yang akrab disapa Bang Jek ini menyebut jika ini merupakan presedent buruk. Selama ini belum pernah terdengar di Bungo ada DPRD yang lari melewati pintu rahasia.

“Jika sibuk, tidak mau diwawancara, katakan sibuk. Kawan-kawan dilapangan itu ngerti situasi. Ini sudah berjam-jam nunggu, tidak taunya dia malah kabur lewat pintu rahasia. Ini kan tidak etis, itu sama dengan melecehkan profesi wartawan,” kesalnya.

Untuk diketahui, ketua DPRD Kabupaten Bungo, Jumari Ari Wardoyo terkesan alergi dengan wartawan, Senin (30/8). Sejumlah awak media dari berbagai media hendak melakukan konfirmasi sejumlah berita kepadanya, namun tak kunjung ditemuinya.

Awalnya awak media datang kekantor DPRD Kabupaten Bungo sekitar pukul 10.30 Wib, kala itu terlihat ketua tengah melakukan rapat dengan beberapa anggota DPRD lainnya.

Hingga rehat siang, satu persatu anggota DPRD Kabupaten Bungo mulai keluar dari ruang rapat, namun ketua DPRD belum dan masih berada didalam ruangan.

Sesuai informasi dari ajudannya, ketua DPRD masih melayani tamu, mereka menyarankan untuk menunggu sebentar.

Sekitar pukul 15.00 wib, satu persatu petugas yang berada disana pergi, termasuk ajudannya. Saat itu awak media yang sudah berjam-jam menunggu mulai curiga.

Mobil dinas Pajero putih BH 3 K yang sebelumnya terparkir didepan kantor sudah tidak ada lagi. Namun ketika ditanya oleh staf dikantor tersebut, katanya mobil ketua DPRD sudah lama pergi.

Informasi yang dihimpun, ketua DPRD Kabupaten Bungo Jumari Ari Wardoyo sudah lama pergi meninggalkan gedung tersebut. Diduga dia keluar melalui pintu rahasia.

Terkait hal itu, ketua Persatuan Wartawan Bungo (PWB), Azroni sangat kecewa terhadap tindakan yang dilakukan oleh ketua DPRD Kabupaten Bungo tersebut.

“Kami datang kesini baik-baik, lapor dengan ajudannya. Katanya tunggu, tapi sampai kantor ini sepi, ternyata beliau tidak ada lagi, diduga telah kabur lewat pintu rahasia,” kata Azroni yang juga berada dalam rombongan awak media yang datang kesana.

Kata Azroni, mereka datang kesana hendak menanyakan beberapa persoalan, diantaranya terkait kinerja anggota DPRD Kabupaten Bungo, kemudian menanyakan terkait ranperda yang disusun dan beberapa persoalan lainnya yang dianggap perlu untuk diketahui masyarakat banyak.

“Kita tidak tau apa masalahnya kenapa dia tidak mau menemui kami. Ini terkesan menghindar dari wartawan, sampai-sampai lewat pintu rahasia,” kesalnya.(Tim)

Silahkan Komentar Berita nya

News Feed