oleh

Ketua BNNK Bungo Gelar Konferensi Pers Bersama Awak Media.

Metro independen – Ketua Badan Narkotika Nasional (BNNK)Kabupaten Bungo menggelar konferensi pers Cacatan Akhir Tahun sekaligus diskusi Bersama awak media Acara berlangsung diruang kerja Kantor Wakil Bupati Bungo , Jumat (31/12/2021)

Dikatakan wakil Bupati Bungo H.Syafruddin Dwi Apriyanto S.pd yang juga Sekaligus Menjabat sebagai ketua BNNK Kabupaten Bungo menjelaskan kepada awak media, kejahatan narkotika dan peredarannya membuat kita khawatir dan resah serta akan mempersempit ruang gerak peredaran narkotika dikabupaten Bungo diakuinya permasalahan kasus penyalahan narkotika dan peredarannya dikabupatem Bungo menjadi permasalah serius pada saat ini hingga menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya BNNK dan penegak hukum saja melainkan masyarakat tokoh masyarakat,maupun generasi muda yang menjadi harapan Bangsa.

Perlu sama-sama di ketahui kalau di BNK hanya pencegahan, kalau soal penindakan tentu menjadi ranah dari aparatur penegak hukum seperti kepolisian dalam hal ini satresnarkoba polres Bungo dan juga BNP, bahkan ada juga dari Polda Jambi.

Dijelaskannya, pada tahun ini penyalahan narkotika mencapai 76 kasus sampai detik ini yang menjadi PR bersama untuk memutuskan mata rantai peredaran narkotika diprovinsi Jambi khususnya dikabupaten Bungo ditambah pula dengan masa pandemi dan keterbatasan anggaran menjadi kurangnya penyuluhan kemasyarakat maupun ke instansi pendidikan tetapi semua itu tidak mengurangi rasa semangat semua pihak untuk memerangi peredaran narkoba dan mengendurkan kinerjanya.

“Perkembangan kejahatan narkoba semakin mengkhawatirkan, saat ini Indonesia tidak hanya merupakan negara transit narkoba, oleh sebab itu perlu upaya penanganan yang serius dan komitmen dari Pemerintah, Instansi terkait, Penegakan hukum dan seluruh elemen masyarakat,” ujar wabub

Wabub juga menambahkan peredaran narkotika sama-sama kita ketahui objek sasaran nya adalah generasi muda Sasaran ini juga menyangkut masa depan bangsa kita, oleh karena itu masalah narkoba ini harus benar-benar di tangani bisa secara parsial tetapi harus komprehensif melibatkan semua pihak termasuk juga kombinasi antara aspek pencegahan dan juga penindakan tidak bisa di pisah-pisahkan.

“Saat ini memang kita butuh sinergi dengan semua pihak termasuk juga tidak hanya melibatkan pemkab Bungo, tetapi harus melibatkan seluruh tokoh agama,tokoh adat, termasuk LSM dan ORMAS.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Bungo H.Safrudin Dwi Aprianto.,S.Pd juga memberi apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada PT KIM dan CK atas ikut berperannya dalam menangani masalah narkoba dengan mengadakan penyuluhan Narkoba diperusahaannya untuk memberi wawasan dan pengetahuan bahaya pengunaan narkotika pada karyawan maupun anggota keluarganya.

“Tentu ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan yang ada dikabupaten Bungo yang ikut berpatisipasi dalam mempersempit ruang gerak peredaran narkoba khususnya Bungo ini”harapnya.(SLA)

Silahkan Komentar Berita nya