Inspektorat Bungo Dalami Kasus Dugaan Korupsi Rio Dusun Rambah

Metroindependen.com,Bungo-Tuntutan warga dusun Rambah kecematan Tanah Tumbuh pasca melakukan demo sepekan yang lalu,agar kasus dugaan korupsi yang di lakukan oleh Rio (kades) Fadil di usut tuntas,masih berstatus peyelidikan.

Hal tersebut di ungkap kan oleh Amrizal selaku Inspektur Inspektorat Bungo,kasus ini masih kita dalami dan pengumpulan barang bukti

“untuk sa’at ini Tim Terpadu yang beranggota kan sejumlah instansi terkait dinas PMD dan tenaga teknis dari PU sudah meninjau kelapangan untuk pengumpulan barang bukti”ujar Amrizal di ruang kerja nya Senin (21/01/19).

Dari hasil tinjauan tim di lapangan Amrizal mengatakan seperti yang di lapor kan warga,seperti jamban harus nya ada 4 unit cuma ada 2 unit,tidak ada nya pemasangan ampere benar ada nya.

Dikatakan nya lagi,namun tidak menutup kemungkinan benar atau tidak nya laporan warga tersebut akan di cocok kan dengan RAB dan permintaan keterangan perangkat desa,cek fisik,dan terakhir baru lah akan dilakukan pemanggilan Rio.

Adapun tuntutan warga yang disampaikan diantaranya, rabat Beton 4 kampung panjang 1.078,5 meter senilai Rp 213.587.250. diduga pembangunan tidak selesai). Jamban 4 Unit ukuran 25 x 4 meter senilai Rp 95.292.992- yang terealisasi 2 unit dengan biaya Rp 47.646.496- diduga adanya kerugian Rp 47.646.496). Drainase dengan panjang 1.398 meter biaya Rp 376.147.650 diduga pembangunan tidak selesai.

Lanjutan pembangunan kantor Rio dengan biaya Rp 105.000.000 diduga pembangunan tidak selesai. Dana Pembinaan Pengurus Karang Taruna Rp 4.800.000. kemudian 1 Unit LaptopRp 6.500.000 diduga tidak ada. Isentif Pembina PAUD terhitung bulan Me-Desember Rp 3.600.000  diduga tidak dibayar ke Pembina PAUD.

Warga juga mempertanyakan anggaran 2018 yang telah digunakan seperti Jaringan Internet (Wifi) Rp 40 juta diduga tidak ada. Alat studio, komunikasi dan pemancar Rp 24.573.640 diduga tidak ada, alat seni Rp 24.573.640  diduga tidak ada, Jembatan gantung panjang 90 meter satu unit biaya Rp 620.581.000 diduga tidak selesai, Isentif Karang Taruna Rp 4.800.000 diduga tidak dibayar, Isentif Pegawai Syarak Rp 4.800.000 diduga hanya dibayar Rp 2.400.000.

Kemudian Isentif Pembina PAUD Rp 5.400.000 diduga tidak dibayar,PHBI Rp 1.300.000 diduga dibayar Rp 300.000. Mobiler Rp 5.000.000 diduga tidak ada, Wirelles Rp 5.000.000 diduga tidak ada, bayar listrik kantor Dusun Rambah Rp 2.400.000  diketahui ampere tidak ada. Kompor Gas 1 paket Rp 1.000.000 diduga tidak ada, lemari arsip 2 Paket Rp 1.500.000 diduga barang ini juga tidak ada, 1 Unit Laptop Rp 5.000.000 warga mengindikasi tidak ada, kegiatan Pembinaan organisasi Karang Taruna Rp 7.873.000 diduga tidak dibayar. (Nsl)

Silahkan Komentar Berita nya