Presiden Jokowi Gelar Rapat di Atas Laut BUNAKEN

124
Presiden Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, menjunjungi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan kaya akan keanekaragaman hayati

METRO INDEPENDEN  – Presiden Joko Widodo, dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (5/7/2019) pagi, menyambangi Taman Nasional Bunaken yang dikenal memiliki keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati.

Presiden dan rombongan bertolak menuju lokasi dari dermaga yang berada di area hotel tempat menginap dengan menaiki kapal Bunaken Crystal 7. Setelah kurang lebih 45 menit perjalanan, rombongan tiba di Dermaga Bunaken dan berganti kapal khusus yang dilengkapi ruang bawah kapal transparan untuk menikmati kecantikan ikan-ikan tropis serta terumbu karang yang eksotis.

Jokowi: Sulut Jangan Kalah dengan Bali… Di atas perairan Bunaken itu, Jokowi sekaligus menggelar rapat terbatas dengan seluruh jajaran menteri dan kepala daerah di provinsi tersebut. “Presiden @ jokowi dan Ibu Negara mengunjungi Bunaken,sekaligus rapat terbatas dgn para menteri, Gubernur dan Para Bupati, untuk pengembangan wisatawan ke Sulut #indonesiacantik #kerjakerjakerja #wisatawan,” tulis Sekretaris Kabinet Pramono Anung di akun twitternya @pramonoanung.

Pagi-pagi Jokowi dan Iriana Datangi Bunaken, Ini yang Dilakukan Sementara itu, seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana, Presiden Jokowi berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik.

Menurut dia, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. “Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini.Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujarnya. Dukung penuh pariwisata Sulut Jokowi memastikan pemerintah pusat akan bergerak untuk menjadikan salah satu kawasan wisata tersebut lebih tertata dan terintegrasi.

Sebab, kedepannya, destinasi wisata bawah laut tersebut diperkirakan akan jauh lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan, khususnya wisatawan asing, seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata Sulawesi Utara oleh pemerintah. “Ini mau dibuat perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas,” kata Kepala Negara.

Malam-malam, Presiden Jokowi Blusukan ke Jendela Indonesia di Manado Presiden menegaskan bahwa pihaknya berkejaran dengan waktu dan permintaan yang semakin meningkat dari para wisatawan. Oleh karena itu, pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara.

Kita ke lapangan ingin mengejar itu. Kalau biasa-biasa saja kita mungkin enggak (upaya), tapi ini ada keadaan luar biasa yang turis ingin masuk dan kita harus menyiapkan,” tuturnya.

Kunjungan Kerja di Sulut, Jokowi Akan Bagi-bagi Sertifikat Tanah ke Warga Menurut dia, pembenahan dan pengembangan serupa juga akan dilakukan di destinasi wisata yang ada di provinsi lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh. Salah satunya Labuan Bajo yang ada di NTT.

Presiden memastikan pemerintah Pusat akan memberikan dukungan bagi pemerintah setempat dalam mengembangkan potensi pariwisata yang berdampak pada perekonomian daerah. “Artinya anggaran yang kita gunakan ini harus memberikan dampak pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat. Kita mulai ke sana.Jadi infrastruktur itu betul-betul memberikan dampak terhadap investasi dan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya. Baca juga: 2.659 Personel Amankan Kunjungan Jokowi di Sulut Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peninjauan ini,

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.( team )

Silahkan Komentar Berita nya