DPRD bungo komisi III debat dengan direktur RSUD H.hanafi tentang penurunan tife B ke C.

85
Anggota Komisi III DPRD BUngo Dharmawan dan Dirut RSUD H Hanafie Bungo

Debat Panas DPRD dan Direktur RSUD H Hanafie Terkait Penurunan Kelas

Metro independen Perdebatan cukup alot lagi panas terjadi di ruang rapat gedung DPRD Kabupaten Bungo, Senin (05/08), dalam rapat dengar pendapat antara komisi III dengan pihak RSUD H Hanafie Bungo. Perdebatan yang disaksikan oleh puluhan mahasiswa itu, terjadi antara Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Bungo, dengan anggota Komisi III DPRD Bungo.

Pedebatan ini berkaitan dengan adanya penurunan kelas oleh Direktorat Jendral (Ditjen) Pelayanan Kementrian Kesehatan RI, melalui surat rekomendasi penyeusaian kelas rumah sakit yang beredar luas beberapa waktu lalu. Provinsi Jambi terdapat 8 Rumah Sakit yang diturunkan kelasnya, salah satunya RSUD H Hanafie Bungo, yang turun dari tipe B ke tipe C.

Perdebatan panas tersebut bermula oleh adanya statemen dari Dirut RSUD H Hanafie Bungo Mardiah, yang mengatakan dicoretnya anggaran rumah sakit hingga berdampak pada pembangunan fisik dan non fisik oleh pihak legislatif.

“Ada kaitannya dengan DPRD, yaitu di coretnya anggaran yang kami ajukan hingga menjadi nol atau tidak ada sama sekali anggaran, hal itu lah yang membuat penurunan tipe, salah satunya terkait Alat Kesehatan (Alkes) yang masih banyak belum ada, terus Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup kurang, seperti dokter spesialis, nilai itu yang dilihat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menurunkan tipe,” kata Mardiah.

Pernyataan Mardiah pun disambut langsung oleh anggota Komisi II DPRD Bungo Dharmawan. Menurut Dharmawan yang menilai hal itu sebagai tuduhan mentah, persoalan ini tidak bisa saling menyalahkan satu lembaga.

“Tidak bisa menyalahkan satu lembaga dalam persoalan ini, saya rasa rapat ini tidak bisa dilakukan jika tidak ada dari pihak pemerintah, karena Eksutif juga harus bicara disini jika berbicara masalah pengajuan anggaran, dan lain sebagainya seperti Dinas Kesehatan dan BPKAD,” tegas Dharmawan.

Sementara, debat argument tersebut direspon oleh mahasiswa yang hadir.  Dholi perwakil dari Persatuan Mahasiswa Bungo mempertanyakan hal tersebut sehingga pengajuan anggaran di coret, dan kenapa pihak rumah sakit tidak tegas dan mencari solusi.

“Kami dari mahasiswa minta DPRD apa alasannya menyoret anggaran hingga berdampak besar, dan untuk pihak Rumah Sakit kenapa hal ini tidak tegas dan mencari solusi cepat agar tidak terjadi nya penurunan ini,” tanya Mahasiswa.

Ketegangan antara DPRD dengan Pihak Rumah Sakit pun masih terjadi, DPRD minta rapat ini harus mencari solusi.( team ) group.

Silahkan Komentar Berita nya