stana Bantah Ada Kenaikan Tarif Listrik saat Pandemi

106

Metro independen – jakarta,Pihak Istana membantah bahwasannya tidak ada kenaikan tarif listrik di tengah pandemi Covid-19. Hal demikian dikatakan Juru bicara Presiden Joko Widodo Bidang Sosial Angkie Yudistia.

Menurut Angkie, faktor melonjaknya tagihan listrik dikarenakan pemakaian yang meningkat saat masyarakat stay at home.

“Pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti dikeluhkan warga beberapa waktu terakhir. Lonjakan tarif listrik yang tinggi disebabkan oleh konsumsi yang jauh lebih banyak saat kita lebih sering beraktivitas di rumah,” kata Angkie saat dihubungi Tagar, Senin, 8 Juni 2020.

Lebih lanjut staf presiden dari kalangan milenial itu menjelaskan ihwal tarif listrik melonjak jauh dibandingkan bulan-bulan sebelum adanya pagebluk virus corona melanda Indonesia.

“Masa pandemi yang mendorong diberlakukannya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadikan kegiatan kita lebih intens di rumah dan mengakibatkan penggunaan listrik yang juga turut mengalami peningkatan,” ucapnya.

Angkie menyebut, secara teknis PT PLN (Persero) juga telah menjelaskan faktor yang menyebabkan tagihan tarif listrik membengkak selama PSBB.

Menurutnya ada sistem angsuran carry over selama tiga bulan untuk menjaga lonjakan tagihan akibat pemakaian yang lebih banyak dibanding sebelum pemberlakuan PSBB.

Angkie Yudisti
Stafsus presiden Angkie Yudistia (ketiga dari kanan) di acara Dialog Regional ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) 2019, di Thailand. (Foto: Istimewa)
Pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti dikeluhkan warga beberapa waktu terakhir.

Untuk itu, dia secara khusus menyarankan agar masyarakat dapat memantau secara langsung penggunaan listrik di rumah, serta melakukan pengaduan dan keluhan pada pihak PLN.

Angkie juga mengatakan PLN menyediakan beberapa cara untuk warga menyampaikan aduan, di antaranya dengan mengunduh aplikasi PLN Mobile, memantau melalui tautan pln.co.id, dan pusat kontak PLN 123.

Sedangkan, kritikan terus berdatangan dari berbagai elemen. Teranyar, disuarakan oleh Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Dia nampak gusar dengan PLN, begitu mengetahui realitas keluh kesah masyarakat mempersoalkan kenaikan pembayaran listrik yang tidak wajar di tengah pandemi Covid-19.

Ferdinand Hutahaean merasa harus mengatakan hal tersebut sebagai jeritan, karena ini seperti pukulan kepada orang yang sedang lemah dan susah, dirasakan langsung oleh rakyat di tengah pandemi.

Menurutnya, dalam hal ini PLN perlu menjelaskan secara jernih dan memberikan solusi jawaban nyata atas kenaikan pembayaran listrik yang tak wajar. Padahal, kata dia, perusahaan listrik milik negara itu berkali-kali menyatakan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

“Betul tidak ada (TDL), tapi ini ada kenaikan pembayaran melebihi kewajaran yang dirasakan oleh rakyat,” kata Ferdinand Hutahaean kepada Tagar, Minggu, 7 Juni 2020 ( team,red )

Silahkan Komentar Berita nya