Dewan Pers Usul Pemerintah Beri Stimulus Perusahaan Pers

86

Metro independen – Jakarta, Dewan Pers mengusulkan agar Pemerintah memberi stimulus pada perusahaan pers, berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) atau langkah pemberian keringanan pajak.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dalam keterangan resminya di Jakarta mengatakan bahwa, stimulus sangat dibutuhkan oleh perusahaan pers yang menghadapi penurunan pendapatan dari iklan, berkurangnya pembeli atau pembaca, serta naiknya biaya operasional.

“Stimulus ini khususnya agar diberikan kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya nilai tukar rupiah yang memicu kenaikan harga kertas,” kata Mohammad Nuh, Sabtu (4/4/2020).

Media massa dikatakan Mohammad Nuh dibutuhkan perannya dalam membantu memerangi virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air yang sampai saat ini telah menginfeksi 2.092 kasus dengan jumlah kematian 191 pasien.

“Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan,” tambah dia.

Media massa telah menunjukkan peran aktif dalam membantu memerangi Covid-19, dan Dewan Pers akan terus mendorong media massa melanjutkan partisipasi itu sampai Indonesia terbebas dari Covid-19.

Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mendorong pemerintah daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja wartawan melalui bantuan Alat Pelindung Diri (APD) bagi wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19 dan acara terkait.

“Kami meminta agar wartawan dimasukkan ke dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial, khususnya wartawan profesional (yang telah tersertifikasi) dari media di daerah,” imbuh Mohammad Nuh.

Seperti diketahui, Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru. Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019.

Hingga Sabtu (3/4) siang, berdasarkan data Coronavirus Covid-19 Global Cases by the CSSE at Johns Hopkins University, 204 negara di seluruh dunia dikonfirmasi telah terjangkit dengan jumlah 1.100.283 kasus. Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 58.929 kasus, sedangkan 226.669 di antaranya berhasil sembuh.

Negara dengan jumlah kasus tertinggi ditempati oleh Amerika Serikat dengan 277.965 kasus, 7.159 kematian dan 9.897 yang dinyatakan sembuh.

Lalu, negara dengan kasus tertinggi kedua adalah Italia dengan 119.827 kasus. Namun, Italia memiliki kasus kematian tertinggi di dunia dengan total 14.681 dan 19.758 yang sudah sembuh.

Kemudian kasus tertinggi ketiga adalah Spanyol dengan 119.199 kasus. Kasus kematiannya mencapai 11.198 kasus dan yang sembuh sudah lebih dari 30.000. Sebagai negara awal di mana virus ini ditemukan, China justru sudah berada di posisi kelima dengan 82.526 kasus.

Di Indonesia, hingga 4 April 2020 pukul 16.00 WIB, sudah ada total kasus positif Covid-19 sebanyak 2.092 kasus. 1.751 pasien masih dalam perawatan dan 150 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 191 pasien meninggal dunia.( Team,red )

Silahkan Komentar Berita nya